Cari Blog Ini

Selasa, 04 Juni 2013

TEORI KAPITALISME SEMU


Mendengar kata kapitalisme maka akan terbayang kesuksesan negara penganut paham tersebut pada segi perekonomian karena kesuksesan industrialisasinya, namun apa yang akan anda bayangkan jika mendengar kata Kapitalisme yang semu ?-yc-
Berikut ini saya akan membahas tentang Kapitalisme Semu untuk menambah pengetahuan, setidaknya untuk pemahaman bagi mahasiswa pada umumnya dan mahasiswa jurusan administrasi pada khususnya.-yc-
Kapitalisme semu sering terjadi pada negara dunia ketiga yang ingin dan sedang menganut paham kapitalisme. Negara dunia ketiga yang dimaksud disini merupakan negara-negara berkembang (termasuk Indonesia). Kenapa sering terjadi pada negara dunia ketiga ? karena negara dunia ketiga yang menganut paham kapitalisme merupakan negara yang belum memiliki cukup modal untuk dapat mandiri dalam berindustri sehingga negara tersebut meminjam modal kepada negar-negara maju seperti United States of America, China, dan negara kapitalis murni lainnya untuk memulai kemandirian kapitalis negara nya. Namun modal yang dipinjam biasanya lebih berakhir pada ketergantungan negara peminjam modal kepada negara pemberi modal, yang akhirnya industri yang dibentuk akan dikelola oleh pihak pemberi modal dan pihak asing lain, industri disini meliputi industri dibidang barang jadi ataupun industri untuk mengelola sumber daya alam. Hal utama yang menyebabkan industri yang harusnya menjadi hak dalam negeri akhirnya dikelola oleh pihak asing adalah kesaktian dari modal yang diberikan oleh pemberi modal. Modal yang diberikan berbuntut pada adanya campur tangan negara pemberi modal terhadap kebijakan atau peraturan yang dibentuk pada negara peminjam modal. Sehingga pihak pemerintah akan mengikuti dan menyetujui kebijakan yang lebih memberi keuntungan bagi negara pemberi modal, untuk imbalan bagi negara peminjam modal maka akan diberikan royalti sejumlah berapa persen kesepakatan pemerintah dalam negeri dengan pihak penanam modal, namun keuntungan hasil industri akan lebih menguntungkan pihak penanam modal. Negara pemberi modal tetap ingin mencari aman dalam hal pengerukan keuntungan dengan memanfaatkan perlindungan dari hukum negara.-yc-
Berawal dari modal yang mempengaruhi kebijakan maka pihak asing dengan leluasa mendirikan industri di negara dunia ketiga. Hal ini akan menciutkan nyali para usahawan dalam negeri dan merasa kalah sebelum bersaing. Sehingga kapitalis yang seharusnya bertumpu pada industrialisasi yang mandiri menjadi kapitalis yang bergantung pada modal pihak asing. Para usahawan yang harusnya menjadi tulang punggung berdirinya suatu negara kapitalis menjadi usahawan kerdil di negaranya sendiri. Itulah mengapa kapitalis di negara dunia ketiga cenderung menjadi kapitalisme semu. Kapitalis pada negara dunia ketiga akan menjadi kapitalisme yang terkena penyakit kretinisme (tetap kerdil, tidak bisa besar dan sulit berkembang).-yc-